Sabtu, 30 Maret 2013

TULISAN 2 PEREKONOMIAN INDONESIA


INVESTASI NEGARA ASING DI INDONESIA



PENDAHULUAN

Kondisi perekonomian Indonesia yang stabil mengakibatkan tingginya arus investasi asing yang masuk ke Tanah Air. Tingginya arus investasi asing disebabkan Indonesia dinilai lebih berprospek dibandingkan negara-negara lain. Bergabung dengan ekonomi global dapat diibaratkan dengan menjadikan negara sebagai perusahaan publik yang pemegang sahamnya setiap orang dimanapun berada. Para pemegang saham tersebut tidak memberikan suara setiap empat atau lima tahun tetapi setiap jam, setiap hari melalui pialang dari teras rumah mereka. Bila para pemegang saham ini berpendapat penyelenggara negara atau pemerintah suatu negara tidak lagi kredibel maka mereka beramai ramai akan menjual saham sehingga mengakibatkan goncangan pada perekonomian dan bahkan dapat menjatuhkan pemerintah negara seperti misalnya terjadi di negara Asia termasuk Indonesia pada tahun 1997/98. Singkat kata, globalisasi telah menghilangkan batas-batas tradisional kedaulatan negara dimana modal tidak lagi memiliki bendera nasional. Dana mengalir dari satu negara ke negara lain secara cepat, bergerak melewati batas-batas negara.






ISI

Investasi asing merupakan partisipasi jangka panjang oleh suatu negara pada negara lain, kebijakan ekonomi makro terbukti dapat mendorong investor, khususnya investor asing berinvestasi di Indonesia bisa menjadi keberuntungan. Sedangkan keberuntungan yang dimaksud adalah kondisi perekonomian global yang tidak menentu. Akibatnya, para investor memilih negara yang solid dari sisi perekonomian, salah satunya adalah Indonesia. Menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, total realisasi investasi semester I-2011 mencapai Rp115,6 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp33 triliun dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp82,6 triliun. Dibandingkan periode sama tahun sebelumnya tren PMDN melonjak 50,7 persen, sedangkan realisasi PMA tumbuh 16,2 persen. Pada investasi PMA, terlihat saat ini sejumlah negara seperti Korea Selatan dan India sangat antusias menanamkan modalnya yang diperkirakan bakal menggeser dominasi negara lainnya dalam investasi terbesar di Indonesia. Sedangkan realisasi investasi PMA pada semester I-2011 berdasarkan lokasi yaitu Jawa Barat sebesar US$2 miliar, DKI Jakarta US$1,5 miliar, Papua US$0,8 miliar, Banten US$0,8 miliar, dan Sumatera Selatan US$0,5 miliar. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Investasi di Indonesia tersebut mesti dibarengi langkah pemerintah dalam memberikan sentimen positif pada roda investasi. Terutama, bagi pemodal dari luar negeri. Investor asing cukup berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Bahkan pemodal negara Eropa yang saat ini didera ancaman krisis turut menyatakan minatnya untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Saat pertemuan di Brusel, Belgia, negara-negara Eropa mengungkapkan keinginannya itu, disaksikan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia. Sejumlah perusahaan dari Eropa bertekad meningkatkan investasinya di Indonesia bila kepastian hukum dan pembangunan infrastruktur dijamin Pemerintah Indonesia. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson, juga mengungkapkan, peluang investasi dari Uni Eropa bisa ditingkatkan lebih dari 1,6 persen dari total investasi Eropa di Indonesia. "Indonesia mendapatkan 1,6 persen dari FDI (Foreign Direct Investment) Uni Eropa, ini bisa ditingkatkan," kata Julian Wilson, dalam Rapat Sosialisasi Vision Group Report Indonesia-Uni Eropa. Bila saat ini Indonesia mendapatkan 1,6 persen investasi Eropa--dari sekitar 700 perusahaan dengan total investasi sekitar 50 miliar euro--bisa menciptakan sekitar 500 ribu lapangan kerja. Eropa juga berpartisipasi dalam MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi PMA dari Uni Eropa terlihat terus meningkat. Sedangkan Belanda terlihat menjadi negara paling banyak menambatkan investasinya di Indonesia, dengan 51 proyek senilai US$634,3 juta atau setara Rp5,61 triliun pada kuartal II-2011, meningkat dari kuartal sebelumnya yang hanya sebanyak 24 proyek senilai US$93,3 juta atau sekitar Rp825,66 miliar. Contoh gambar investasi asing yang banyak ditanamkan di perusahaan seperti dibawah ini : 





Derasnya investasi asing ke Indonesia tersebut karena dipicu tiga pilar. Pertama, roda perekonomian Indonesia ditopang konsumsi domestik yang tinggi. "Di saat krisis global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat. Sebab, 70 persen ditopang konsumsi domestik, "Pilar kedua, dia menambahkan, adalah sektor komoditas. "Kita tahu, dalam 5-10 tahun ke depan permintaan komodita seperti batu bara, minyak bumi, dan gas tetap tinggi. Nah, Indonesia merupakan negara kaya akan komoditas,". Sedangkan pilar ketiga, komitmen pemerintah dalam membangun sektor infrastruktur. "Lihat saja, dengan infrastruktur yang kurang memadai saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6-6,5 persen. Apalagi ditopang infrastruktur, kemungkinan bisa tembus angka delapan persen.





PENUTUP

Oleh karena itu, investasi asing merupakan partisipasi jangka panjang oleh suatu negara pada negara lain, kebijakan ekonomi makro terbukti dapat mendorong investor, khususnya investor asing berinvestasi di Indonesia, perubahan porsi investasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah bisa meyakinkan investor asing untuk menggarap wilayah yang masih minim infrastruktur.Persoalannya sekarang bagaimana meminimalkan berbagai hambatan investor yang akan menanamkan modal di daerah. Konsistensi peraturan daerah haruslah menjadi jaminan bagi investor agar tidak berubah-ubah.
Selain itu, pemerintah harus terus terang bahwa tidak semua wilayah layak untuk menerima investor asing, apalagi menjanjikan berbagai kemudahan yang sebenarnya tak bisa dipenuhi





Daftar Pustaka :
http://www.wikipedia.com










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar