Minggu, 18 November 2012

Pengantar Bisnis Minggu 2


TUGAS MINGGU 2

  1. Buatlah satu contoh perusahaan nyata yang universal untuk dapat menjelaskan tujuan dari perusahaan!
Jawab:
            PT TELKOMSEL mempunyai tujuan pendek dan panjangnya, yaitu:
Visi Telkomsel
Menjadi penyedia gaya hidup dan solusi komunikasi bergerak terkemuka dan terbaik di regional

Misi Telkomsel
Memberikan layanan gaya hidup dan solusi komunikasi bergerak dengan kualitas terbaik yang melampaui harapan pelanggan, serta menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan dan pembangunan ekonomi bangsa.


2. Jelaskan tentang pendekatan bisnis dengan menggunakan contoh perusahaan yang nyata!
Jawab:
            Awal mula pendekatan bisnis “PT TELKOMSEL” dimulai dengan memasang iklan iklan di televisi dengan promosi yang sangat menarik, misalnya dengan membeli pulsa minimal 10.000 konsumen bisa mendapatkan bonus 100 sms dan 30 menit telpon ke sesama telkomsel,atau dengan promosi gratis  internetan sepuasnya dengan syarat membeli pulsa minimal 20000 sehingga dengan seperti itu telkomsel bisa dengan cepat mendapatkan keuntungan. Biasanya telkomsel juga membuka stand stand pada saat bazaar bazaar besar yang diselenggarakan oleh beberapa pihak sehingga telkomsel memanfaatkan acara tersebut untuk melakukan promosi kepada konsumen yang berada di acara tersebut. Atau dengan cara mendatangi sekolah sekolah, universitas atau instansi karna untuk lebih mudah mempromosikan ke konsumen yang lebih luas lagi.

3. Terangkan dengan menggunakan satu perusahaan nyata tentang pengaruh lingkungan intern (langsung) dan ekstern (tidak langsung)
Jawab:
       Telkomsel untuk Lingkungan : Green BTS
  Telkomsel menyadari bahwa perubahan iklim mempengaruhi kualitas jaringan dan operasional secara signifikan. Perubahan iklim ektrim berpotensi merusak infrastruktur telekomunikasi yang telah dibangun dan pada akhirnya menyebabkan terganggunya kinerja system telekomunikasi yang dampaknya akan sangat dirasakan oleh pelanggan Telkomsel. Oleh karenanya, Telkomsel menjalankan prakarsa strategis dalam upaya perluasan jaringan yang ramah lingkungan, yakni dengan mengadopsi “konsep ekonomi hijau” dalam pengoperasian BTS Telkomsel. Dalam pengoperasian BTS, Telkomsel melangkah lebih maju dengan menerapkan konsep ekonomi/ teknologi ramah lingkungan (Green Economy Concept). Konsep ini sejalan dengan upaya di tingkat nasional dan global untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat serta mencegah perubahan iklim.
Konsep ekonomi ramah lingkungan telah berulangkali dikampanyekan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa. Inti konsep ini adalah perkembangan yang seimbang antara ekonomi dan lingkungan. Artinya kegiatan ekonomi terus mengalami kemajuan, namun tanpa merusak lingkungan.
Terkait dengan penerapan konsep tersebut, Telkomsel telah membangun dan mengoperasikan 132 Green BTS, yakni BTS yang memanfaatkan energi matahari. Ratusan BTS ini tersebar di Sumatera (33 BTS), Jawa (22 BTS), Bali-Nusa Tenggara (23 BTS), Kalimantan (18 BTS), dan Sulawesi-Maluku-Papua (36 BTS). Selain menggunakan tenaga matahari, di wilayah Sumatera, Telkomsel juga menerapkan teknologi fuel cell dengan memanfaatkan bahan bakar hidrogen. Teknologi ini dipakai karena mempunyai keunggulan, seperti tidak bising karena tidak terdapat komponen bergerak, dan tidak bersifat polutan. Keunggulan ini tercipta lantaran zat buangan dari proses fuel cell adalah H2O alias air, yang tidak beracun dan berbau, serta memiliki efisiensi jauh lebih baik dibandingkan system konvensional.
Tak ketinggalan, Telkomsel juga akan mengembangkan BTS dengan sumber energy alternatif lain yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Misalnya mengembangkan BTS micro hydro yang memanfaatkan aliran sungai di sekitar BTS dan BTS yang memanfaatkan bahan bakar organik (biofuel). Pembangkit listrik mikro hidro lebih murah dari sumber-sumber bahan bakar alternatif lainnya.
Hingga saat ini, dapat dikatakan Telkomsel merupakan perusahaan yang mengoperasikan Green BTS terbanyak di seluruh Asia. Pemberdayaan energi alternatif ini bertujuan untuk mendukung efisiensi penggunaan listrik dan mendukung masyarakat di wilayah pelosok agar tidak terisolir serta terjangkau alat komunikasi. Yang tak kalah penting adalah Telkomsel berhasil mengurangi gas emisi rumah kaca hingga 1.261,49 ton CO2 per tahun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar